duniaOHdunia

duniaOHdunia

Dunia

Dunia adalah nama umum yang digunakan untuk menyebut keseluruhan peradaban manusiapengalaman manusia, sejarah, atau kondisi manusia secara umum di seluruh Bumi, atau mengenai segala sesuatu yang terdapat di atasnya.

Dalam konteks filosofi, dunia bisa merujuk pada keseluruhan fisik alam semesta, atau sebuah konsep ontologi. Dalam konteks teologi, dunia biasanya mengacu pada materi atau profan duniawi, lawan dari samawi atau langit, bersifat spiritual, transenden atau sakral. Akhir dunia mengacu pada skenario akhir dari sejarah manusia, sering kali dijelaskan dalam konteks agama.

Sejarah dunia umumnya mencakup perkembangan geopolitik sejak lima ribu tahun yang lalu, dari peradaban pertama hingga saat ini. Populasi dunia adalah jumlah semua penduduk manusia yang menghuni Bumi. Ekonomi dunia adalah perekonomian seluruh masyarakat dunia, terutama dalam konteks globalisasi. Populasi dunia saat ini berjumlah sekitar 7 miliar, yang terbagi menjadi 206 negara berdaulat dan wilayah lainnya.

Tersenyumlah Dunia

Orang berkata, “Langit selalu berduka dan mendung”
Tapi aku berkata, “Tersenyumlah, cukuplah duku cita di langit sana”

Orang berkata, “Masa muda telah berlalu dariku”
Tapi aku berkata, “Tersenyumlah. Bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya”

Orang berkata, “Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya?
Maka akupun berkata, “Tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya”

Orang berkata, “Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena merasakan haus”
Tapi aku berkata, “Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu. Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya. Maka mengapa kau bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain? Apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu?

Orang berkata, “Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya. Seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka. Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara. Namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya.
Kukatakan, “Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena Anda masih hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabat yang kau cintai”

Orang berkata, “Malam memberiku minuman ‘alqamah. Tersenyumlah, walau kau makan buah ‘alqamah. Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah. Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham. Atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?. Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau tersenyum. Juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri. Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa. Mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang”.

Orang berkata, “Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah.”
Kukatakan, “Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum
D u n i a

Tujuan utama sebagian besar umat manusia kini adalah meraih kesuksesan duniawi tanpa mempedulikan dari sumber manapun datangnya.

Hati, lidah dan seluruh anggota tubuh mereka sibuk siang malam mencari kepentingan duniawi. Karena urusan duniawi itulah seseorang mendurhakai kedua orangtuanya dan memutuskan hubungan persaudaraan meskipun dengan saudara kandungnya.

Karena urusan duniawi pula, seseorang ribut dengan tetangganya dan orang-orang yang memiliki kaitan dengannya. Urusan dan kepentingan duniawi juga menyebabkan umat manusia kini hidup dalam kegelisahan, ketakutan dan ancaman malapetaka.

Kepentingan duniawi itu kini telah melenakan manusia dari mengingat Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Apabila mereka shalat, jasad jasmaninya hadir, tetapi hatinya hanyut dalam urusan dan kepentingan duniawi.

Sebagai contoh nyata kunjungilah pengadilan-pengadilan, Anda akan menyaksikan keganjilan dan keanehan perilaku manusia. Penyebab yang paling utama ialah cinta dunia yang berlebih-lebihan sehingga mereka terjerumus dan hanyut ke dalamnya.
Hidup Duniawi

Sarana untuk menyempurnakan kehidupan duniawi ialah :

– Amal perbuatan (karya dan profesi) yang baik, halal dan terhormat.
– Melaksanakannya sebaik-baiknya.
– Menunjukkan prestasi dan keahliannya.
– Dengan kemampuan optimal dan kekuatan maksimal serta dengan
kesungguhan hati.

Manusia hidup dalam beberapa tahapan mulai dari alan roh, dunia, barzah dan akhirat. Akan tetapi ada fase yang dapat melenakan manusia yaitu fase dunia. Dunia karena gemerlap nya menjadikan manusia tergoda terutama perhiasan dunia.

Apa sebenarnya perhiasan dunia? diantaranya adalah 

1. Harta, ya harta adalah perhiasan dunia yang begitu melenakan. Bahkan karena memburu harta tak peduli lagi cara mendapatkan nya baik halal atau haram. banyak dijumpai orang masuk penjara karena kejahatan mencari harta, mencuri, merampok, merampas, menipu, investasi bodong dan lain lain. Harta dapat berwujud rumah mewah, mobil mengkilat, perhiasan intan emas berlian yang cedar kinclong beling beling, sawah yang luas dan masih banyak lagi lainnya.

2. tahta atau jabatan, juga perhiasan dunia, begitu banyak di  dunia ini orang mengejar tahta jabatan hingga berkuasa lupa akan saudara, teman handai tolan. Yang penting berkuasa punya jabatan sikut kanan dan kiri. Bahkan sampai menginjak injak anak buah ataupun  berusaha melalui dukun atau orang pintar.

3. kehormatan, merupakan perhiasan dunia . Manusia banyak yang gila hormat, selalu pengin dipuja dipuji dihormati dimana mana. Tak segan segan menghambur hambirkan uang demi kehormatan.

4. anak anak, ya anak bagian dari perhiasan dunia. Berbagai macam usaha untuk mempunyai anak. Berbagai macam usaha menyekolahkan anak-anaknya sampai ke luar negeri. Hal ini untuk dibanggakan. Akan tetapi sebaik-baiknya anak adalah anak yang Sholeh yang mendoakan kedua orang tua.

5.wanita, wanita perhiasan dunia. Tetapi sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah. Wanita yang menjadi soko giru bangsa mendidik anaknya menjadi anak yang Sholeh. namun banyak orang tergelincir ke jurang kenistaan karena tergoda wanita. Banyak rumah tangga yang hancur dan ambyar Karena ada wanita lain.

Itulah beberapa tentang perhiasan dunia yang penuh gemerlap dunia sehingga membuat orang terlena. Padahal kalau kita mau mengingat akan tahapan kehidupan manusia akan sangat hati-hati dalam hidup. Karena harta bisa cepat habis, jabatan bisa lengser sewaktu-waktu, kehormatan bisa hilang, anak dan wanita bisa jadi musuh kita. Ya semuanya tidak akan kekal, semuanya kan sirna yang kekal hanyalah Allah SWT. Semuanya adalah makhluk ciptaan Nya sehingga pasti sirna. Untuk itu semua perhiasan dunia bolehlah kita kejar asalkan kita tidak lupa akan taqdir yang Maha Kuasa. Jangan sampai mengejar perhiasan dunia luput ganjaran pahala disisiNya. Untuk itu dunia dan akhirat hendaklah seiring sejalan, dan cukuplah Allah SWT sebagai sebaik baik penolong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *