DOA

DOA

Kehidupan dengan segala problematikanya tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan pikiran. Tentunya kita perlu memohon pertolongan Allah SWT dengan doa untuk mengatasi semua masalah yang kita hadapi.

Menurut Muhammad Syafie el-Bantanie dalam buku ‘Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah’, doa adalah sarana untuk mengadukan segala persoalan hidup dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 186:https://tpc.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Arab-Latin: Wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah ayat 186).

Sebagaimana diriwayatkan At Turmudzy dari Usamah bin Zaid r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang diperlakukan dengan baik kemudian ia berkata kepada orang yang berbuat baik; Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu,’ maka ia telah cukup memujinya.”

Ada juga salah satu hadits yang menjelaskan tentang pentingnya doa. “Tiap muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah atau dijauhkan Allah daripadanya suatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR. At Turmudzy).

Dilansir dalam buku ‘Buku Pegangan Doa dan Zikir Keselamatan Ratibul Haddad: Kumpulan Doa dan Zikir Keselamatan’ menjelaskan bahwa surah Al-Fatihah dapat membantu agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT.

Diriwayatkan dari Syaikh Muhyiddin al-Arabiy, bahwa barangsiapa yang memiliki kebutuhan maka hendaknya ia mau membaca surat al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sholat Maghrib dan sunah Ba’diyah. Lalu berdoa apa yang kita inginkan.

Ini doa yang bisa dibaca menurut Syaikh Muhyiddin al-Araby :

Arab-latin: Ilaahii ‘ilmuka kaafin ‘anis suaali ikfinii nihaqqil faatihati suaalan wa karamuka kaafin’anil maqaali akrimnii bihaqqil faatihati maqaalan wa hashshil maa fii dhamiirii.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, ilmu-Mu tidak membutuhkan permohonan, karena itu cukupkanlah aku dengan haq yang dimiliki surat al-Fatihah sebagai permohonan dan kemuliaan-Mu tidak membutuhkan ucapan, karena itu muliakanlah aku dengan haq yang dimiliki surat al-Fatihah sebagai sebuah ungkapan dan penuhilah apa yang ada dalam hatiku.”

Kekuatan Doa


Dalam sebuah riwayat diceritakan ketika sahabat datang menemui Rasulullah dan berkata, ”Ya Rasulullah, saya terbelit utang, tolonglah saya.” Tak berselang lama, sahabat lain juga datang dan mengadukan hal yang sama, ”Ya Nabiullah, saya tidak punya uang.”

Selanjutnya, kepada yang kedua, Rasulullah memberikan sebuah kapak dan memerintahkan sahabat tersebut pergi mencari kayu bakar untuk dijual di pasar, sedangkan kepada sahabat yang pertama Rasulullah tidak memberikan apa-apa kecuali hanya mengajarkan sebuah doa untuk diamalkan, ”Ya, Allah aku berlindung dari perasaan gundah gulana, lilitan utang, dan intimidasi orang-orang kuat.”

Penggalan kisah di atas mengandung suatu pelajaran yang sangat dalam bahwa ketika sahabat mengadukan kondisinya yang pailit dan dililit utang serta kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, secara gamblang bisa kita pahami pada intinya mereka berharap Rasululah memberikan uang sesuai dengan kemampuan beliau.

Tapi, di luar dugaan mereka, Rasulullah tidak memberikan uang, tapi hanya memberikan sebuah kapak dan sebuah doa. Tentu saja bukan berarti Rasululah tidak punya uang, tapi Nabi ingin mendidik sahabat beliau dengan memberikan pelajaran.

Pertama, perilaku minta-minta adalah sifat yang dibenci Allah, karena merupakan perendahan harga diri di depan manusia, menghilangkan rasa malu, dan yang terpenting pasti akan membelenggu diri untuk kebiasaan buruk, akan menjadi orang tidak mau berusaha. Seandainya Rasulullah memberikan uang, pasti sahabat tersebut akan datang lagi ketika kembali kehabisan uang.

Kedua, Rasulullah ingin mendidik mental para sahabat beliau, dan kita umatnya, agar jangan bermental rendah diri dan selalu bergantung kepada orang lain, walaupun itu saudara sendiri.

Ketika mental sudah terdidik selalu mengandalkan utang, berarti kita sudah membelenggu otak dan pikiran untuk tidak mau berusaha mendapatkan uang dengan cara lain. Sikap mental manusia adalah unsur penting dalam meraih keberhasilan. Seseorang yang bermental pantang menyerah tentulah dalam setiap usaha akan selalu berusaha keras dan setiap rintangan hanya dianggap cobaan kecil dan anak tangga untuk meraih keberhasilan.

Sebaliknya, seseorang yang bermental korup sudah tentu di setiap detik yang terlintas dalam pikirannya bagaimana hari ini mendapatkan uang banyak dan metode apalagi yang harus diterapkan. Ini menunjukkan sikap sangat pengecut karena takut miskin dan sekaligus musyrik karena tidak percaya rezeki dari sang pencipta.

Di akhir riwayat, kedua sahabat tersebut mendatangi Rasulullah kembali dan mengatakan bahwa mereka sudah tidak punya utang lagi dan sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terbukti bahwa doa memberikan motivasi diri untuk melepaskan diri dari belenggu utang yang merupakan sumber gundah gulana.

Dan juga doa dijadikan senjata orang beriman, yang berarti merupakan bekal dan sekaligus tameng untuk menghadapi kesulitan hidup yang kita temui. Allah berjanji mengabulkan setiap doa hambanya di dunia atau akan menjadi simpanan di akhirat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *